Puisi adalah karya sastra yang mempunyai nilai keindahan..
Jumat, 16 Desember 2016
Contoh Puisi Ayah, Matahari Dan Anugerah Cinta
Puisi adalah karya sastra yang mempunyai nilai keindahan..
Cerpen : This Is My Family oleh Coretan Tintaku
Rumah adalah tempat alasan pulang, dan juga keluarga sebagai tempat untuk kita bersandar. Bagaimana jadi nya bila rumah berhawa musuh dan keluarga yang terkesan tidak peduli?
pastilah anda tidak merasa keberadaaan atau ada nya sosok sebuah keluarga disekitar anda yang ada hanyalah sosok yang selalu membuat anda ingin menangis,menangis dan menangis.
Kalian pasti bisa membayangkan atau bahkan merasakan hal itu jika kalian menjadi sosok gadis seperti Alyssa.
Yang duduk dibangku kelas tiga Smp ini sangat ingin pergi dari rumah dan menetap disebuah daerah biarpun hanya sendirian karena pada dasar nya Lysa merasa tetap sendiri walau keluarga nya masih lengkap dan ia pun memiliki seorang kaka yang duduk dibangku kelas dua sma.
namun hati Lysa tetap merasa sepi karena Lysa merasa kedua orang tua dan Kaka nya tidak pernah menyayangi Lysa dengan tulus.
Entah apa sebab nya, yang Lysa tau ia selalu menjadi terbelakang.
"Bu, Lysa ingin les karena kata Bu guru dengan les akan memudahkan Lysa belajar dan bisa lulus ujian nasional dengan baik."
keluh Lysa kepada Ibunya dengan nada harap harap cemas, takut jika Ibu Lyssa hanya akan memarahi gadis belia tersebut.
"Haduh, kamu ini ada ada saja. Lysa lysa,kalau pintar ya pintar saja tidak usah semacam les .menghabiskan uang Ibu saja,lebih baik uang nya Ibu belikan beras untuk makan kita nanti."
kata Ibu kepada Lysa.
"Tapi Bu, waktu mas Rio kelas 9 beliau Ibu les kan bahkan di tempat les yang sangat bagus,kalau aku pribadi ditempat les yang biasa saja pun tak mengapa Bu." Ujar Lysa memohon kepada sang Ibu.
Namun Ibu tetap kukuh dengan pendirian nya dan tidak ingin mengLeskan Lysa dengan alasan tidak memiliki uang.
Padahal jika di usaha kan pasti bisa sebab mas Rio nya saja di usahakan sampai jungkir balik akhirnya bisa,nah ini untuk biaya les lysa yang murah masa tidak bisa.
Hal ini membuat Lysa semakin berpikir bahwa Lysa tidak di ingin kan dikeluarga nya ini dia berpikir dan membayangkan perkataan teman nya sewaktu dulu.
Flasback on
"Eh sobat Aku senang sekali,Ibu dan Ayah ku baru saja memberikan Aku sepeda lipat dan sepatu roda.beliau memang baik sekali ya aku sangat senang memiliki Orang Tua seperti beliau."
Ujar Nisa dengan wajah nya yang berseri seri.
Namun lain hal nya dengan Lysa gadis malang ini menjawab teman nya dengan wajah murung.
"Kamu sangat beruntung Nis memiliki Orang Tua yang sangat baik,sedangkan Aku sedari dulu meminta sepatu roda tidak pernah dibelikan dengan alasan sepatu roda tak bermanfaat dan tidak ada sangkut paut nya dengan sekolah."
kata Lysa dengan wajah tertunduk dan setetes air mata jatuh dipipi nya yang manis.
"Lys, kamu jangan bersedih ya,mungkin Ibu mu akan menuruti mu jika keinginan Kamu ada sangkut paut nya dengan sekolah."
Ujar Nisa yang mencoba menenangkan sahabat kecil nya tersebut
Flashback off
Lysa mengingat perkataan sahabat sewaktu sd nya itu.
"kepentingan sekolah?"
Bahkan sekarang ia meminta untuk les tambahan saja Ibu nya tidak ingin dan banyak alasan untuk itu.
Dikamar nya Lysa menangis meraung raung menumpah kan rasa kesal, marah, cemburu, benci yang sudah tumbuh subur di dalam hati nya. Bukan, bukan karena lysa pendendam namun karena hati nya sudah lama tergores oleh sikap ibu,ayah bahkan kakak kandung nya. Hahah.
"Kakak kandung" entah lah.
Lysa pernah berfikir bahwa ia bukan anak kandung orang tua nya. Karena ia selalu diperlakukan berbeda dari kakak nya yaitu mas Rio. Hal ini membuat Lysa prustasi ia seperti orang asing yang menempati rumah tersebut.
"Kenapa mesti begini ya Tuhannnnnn,kenapa ayah dan Ibu ku seperti tak menyayangi ku, kalau begini lebih baik Aku mati saja, buat apa Aku hidup jika orang sekililing ku tidak bisa menerima kehadiran ku.
Aku hidup untuk kedua orang tua ku dan untuk kakak ku tapi jika seperti ini aku tak kuat Tuhan.Hiks."
Lysa meraung raung keras dikamar nya tidak peduli orang tua dan kakak nya akan mendengar atau tidak yang ia tahu rasa dihatinya tak bisa terbendung lagi dengan senyum palsu yang ia tampak kan setiap hari nya.
Tiba tiba pintu kamar Lysa terbuka dan terlihat lah siapa yang membuka pintu kamar nya ternyata mas Rio cowo tinggi hitam manis itu terlihat panik dan langsung masuk kekamar Lysa.
"Ada apa Lysa? Kenapa Kamu menangis dik?" mas Rio bertanya dengan nada yang panik
" Lysa sudah tidak tahan mas,Lysa ingin mati saja."
Tangis Lysa langsung menjadi jadi dan membuat mas Rio bingung harus melakukan apa untuk menenangkan Lysa
"Ly,ly,lysa lelah mas"
kata Lysa dan semakin nampak lah wajah nya yang pucat pasi semakin terlihat jelas hal itu membuat mas Rio semakin panik.
Belum juga mas Rio membalas perkataan Lysa, Lysa sudah ambruk terlebih dahulu..
"Lysa kamu kenapa?Lysa bangun Lysa."teriak mas Rio begitu keras karena melihat adik nya pingsan dihadapan nya membuat nya semakin panik.
Rio tidak diam saja,ia segera menelpon dokter pribadi yaitu Dr.Arief untuk segera datang ke rumah nya .
selang 10 menit Dr.Arief sudah datang kerumah nya,dan segera dipersilahkan masuk oleh mas Rio.
"Bagaimana keadaan adik saya Dok?" kata mas Rio setelah Dr.Arief memeriksa keadaan Lysa.
"Lysa kelelahan menangis dan kebanyakan berpikir akan sesuatu, tapi Saya tidak mengetahui sesuatu itu yang yang jelas hal itu membuat nya seperti ini."
jelas Dr.Arief kepada Rio
"Lalu apa yang mesti Saya lakukan utuk Lysa Dok?"
tanya Rio dengan wajah terlihat cemas.
"Kamu cukup buat pikiran nya tenang,dan jangan buat dia banyak pikiran mungkin dengan mengajak nya jalan jalan akan membuat otak nya fresh kembali."
Kata Dr.Arief
Setelah berbincang bincang sebentar dengan Dr.arief ,sang Dr pun izin untuk segera pergi kerumah sakit sekarang sebab pasien nya sedang menunggu nya .
Selang 5 menit setelah kepergian Dr.Arief ,Lysa pun sadar dan mengerjapkan matanya.
"Mas Rio,mas lagi apa dikamar Lysa?" tanya Lysa yang sadar dengan kehadiran Rio dikamarnya.
" Mas disini sedang menunggu kesadaran Lysa,tadi Lysa pingsan. Kamu tahu,kamu sudah membuat mas hampir jantungan Lys." tutur rio yang membuat Lysa entah senang atau pun sedih .tapi hati nya terasa bergemuruh.
"Mas,kenapa mas khawatir Lysa pingsan? Padahal kan mas selama ini tidak pernah peduli dengan apa yang terjadi terhadap Lysa."
Ucapan gadis sepolos Lysa tentu membuat Rio tercengang, kenapa Lysa berkata demikian?
"Lys, mas sayang sama Lysa. Lysa jangan berbicara seperti itu lagi ya. Karna hal itu membuat mas sedih dan merasa mas tidak bisa menjadi mas yang baik buat Lysa."
kata Rio dengan sedikit bergetar
Mengatakan itu. Lysa langsung bangkit dari tempat tidur dan langsung memeluk mas nya.
"Mas, Lysa sayang sama mas. Tapi sikap mas kepada Lysa yang membuat Lysa ingin menghilangkan rasa sayang Lysa terhadap mas."ujar lysa tersedu sedu.
Setelah mengutarakan perasaan nya kepada Rio ,hubungan nya menjadi lebih baik. Namun orang tua Rio dan Lysa tidak mengetahui bahwa Lysa pingsan sebab beliau sedang bekerja dan baru pulang hari ini.
"Sayang ,Ibu pulang sayang."teriak sang Ibu dengan senang
"Iya Ibu, kami ada disini." Rio dan Lysa ikut berteriak membalas ibu.
"Hei kalian sedang apa sayang?" kata Ibu dan segera menghampiri kedua Putra dan Putri nya yang terlihat sangat dekat. Dan entah perasaan apa yang Ibu rasakan.yang jelas rasa senang dan bahagia.
"Aku lagi mengajari Lysa belajar Bu,sebab sebentar lagi kan Lysa ujian nasional jadi ilmu yang Rio dapatkan diajarkan kepada dik Lysa."
Ujar Rio kepada Ibunya sedangkan Lysa hanya mengangguk setuju.
"Iya Bu, Lysa juga tidak perlu les kok. Jika itu yang Ibu ingin kan. Aku bisa belajar bersama mas Rio."
Ujar Lysa sambil tersenyum ramah.
"Kamu mesti les Lys, Ibu sudah daftar kan Kamu di tempat les bekas mas mu."
Ujar Ibu sambil tersenyum senang.
"Em,Ibu serius?" tanya Lysa.
"Ibu serius Ndo,mas mu juga sudah tahu kok," kata Ibu dengan serius.
"Mulai besok Kamu bisa langsung les ya,nanti diantar mas Rio mu."
Setelah mengatakan hal itu sang Ibu beranjak pergi ke kamar.
"Mas serius, Aku sudah di daftar kan di tempat les ?" tanya Lysa kepada mas Rio nya.
"Iya Lysa,masa Kamu tidak percaya Dengan apa yang dikatakan Ibu."
kata mas Rio dengan meyakinkan Lysa.
"Mas, boleh Lysa bertanya ?"tanya Lysa terlihat serius.
"Tanya apa Lys?"kata mas Rio.
"Kenapa selama ini Lysa merasa kalau mas, Ayah dan Ibu seperti benci sama Lysa?"tanya lysa sedikit sedih.
"Mas tidak benci kepada Lysa, mungkin Lysa saja yang merasa seperti iu. Kan Lysa tahu sendiri kalau mas ini orang nya cuek ,mas cuek sama Kamu bukan berarti mas benci sama Lysa. Jadi Lysa jangan berpikiran seperti itu karena hal iu membuat mas sedih.
Jika masalah Ayah Lysa tahu sendiri Ayah itu pria sibuk beliau pergi pagi pulang pagi tapi bukan berarti beliau benci sama Lysa.
Meskipun beliau tak menyapa Lysa namun Kamu harus tahu waktu pagi kamu belum bangun Ayah selalu menitipkan Kamu pada mas dan waktu malam kamu sudah tertidur Ayah selalu mengecup kening mu.
Sedangkan Ibu tidak memberikan mu sepatu roda karena ibu tahu kamu sewaktu kecil pernah patah kaki mu ketika bermain sepatu roda milik teman mu dan hal itu tidak ingin terulang lagi.
Ibu tidak membelikan mu sepatu roda bukan karena Ibu sayang akan uang yang ia miliki Lys, Namun karena Ibu sangat lah sayang sama kamu Lys dan tidak ingin terjadi sesuatu yang tidak diinginkan padamu .jadi mas harap Kamu tidak berpikiran yang macam ya. Mas sayang ama Kamu dan mas tidak ingin adik mas benci salah paham sama mas. Namun jika sikap mas membuat mu merasa kalau mas membenci mu .maafkan lah mas Lys. Mas tidak ingin ada dendam dihati mu. Maafkan lah juga Ibu dan Ayah mas sebagai perwakilan dari beliau."
Jelas Rio panjang lebar dan mampu membuat Lysa menitikan air mata.
"Mas Aku itu sayang sama mas lalu rasa sayang ku perlahan memudar ketika sikap mas sangat cuek sama Lysa. Namun mas perlu tahu bahwa Aku sangat bahagia saat mas mengutarakan perasaan mas kepada ku ,berniat untuk menjelaskan kepada ku bahwa yang aku pikirkan tentang mas, ayah dan ibu ternyata salah. Mas menjelaskan sejelas jelas nya kepada lysa, Dan mas berhasil dengan apa yang dikatakan mas ."
kata Lysa sambil memandang mas Rio dengan senyum manis nya
Benar saja, apa yang dikatakan mas Rio itu betul adanya. Ibu serta ayah Lysa memang seperti apa yang dikatakan mas Rio.
Kini Lysa dan Ibu nya menjadi akrab berkat apa yang di katakan mas Rio ,Rio menceritakan banyak hal apa yang di keluhkan Lysa kepada nya dan berharap Ibu nya mengerti dan mengubah sikap Ibu nya yang terlihat cuek menjadi lebih peduli terlebih kepada adik nya Lysa.
Sebab Rio tidak ingin sang adik merasa terasingkan dikeluarga nya padahal sebenarnya Lysa lah yang amat disayangi Ibu dan Ayah nya karena Lysa anak perempuan satu satu nya, mungkin cara yang diberikan Ibu dan Ayah nya kepada Lysa salah .
mungkin perlakuan yang salah itu membuat Lysa merasa tidak di anggap.
Sekarang kehidupan Lysa berubah. tidak ada lagi Lysa yang sedih karena orang tuanya cuek, tidak ada lagi Lysa yang merasa diri nya tidak dianggap.
Yang ada hanyalah Lysa yang bahagia karena orang tua nya sangat peduli kepada nya, yang ada hanya lah si Lysa yang super ceria dan semua teman Lysa bahagia karena hal itu. Teman nya mengatakan Lysa pantas mendapatkan kasih dan sayang kedua orang tua .
padahal sebenarnya Lysa sepenuh nya mendapatkan kasih sayang tapi ia tidak merasa hal itu karena sikap kasih sayang yang diberikan salah diartikan.
***
Ibu dan Ayah terimakasih akan kasih sayang yang kalian berikan padaku. walau awalnya aku mengira bahwa kalian tidak menyayangi ku.
- Lysa
Adik ku tercinta, Mas sangat menyayangi mu jangan pernah lagi mengatakan bahwa kamu merasa terasingkan.
- Mas Rio
Anakku, Maafkan Ibu yang terlihat cuek sama kamu. Tetapi, percayalah nak ibu sayang sama kamu.
- IbuMu
Ayah memang tidak pernah menemani hari hari mu. menemani kamu bermain, belajar sampai kamu mengira Ayah tak menyayangi mu. Percayalah Nak, Kamu adalah Putri kecil kebanggan Ayah. Dan selama nya akan tetap seperti itu walau kamu sudah menjadi tanggung jawab orang lain.
- AyahMu
***