Puisi 1
PRIA BERPECI PUTIH
Oleh : Fortuna
Wahai Akhi....
lantunan Adzan terdengar merdu
Terdengar merdu ditelingaku
Suara kau menggemparkan
Membuat aku terkagum-kagum
wahai Akhi.....
aku adalah pendengar setia
ketika kau bersuara
wahai Akhi....
pesantren ini adalah sanksi bisu
pertemuan aku denganmu
wahai Akhi...
kau adalah anak Kiayi
kau adalah penghapal Al-Quran
sedangkan aku?
Aku hanyalah wanita akhir zaman
Yang sedang berhijrah
Wahai Akhi....
Lancangkah aku memperhatikanmu
Lancangkah aku menaruh hati padamu
Ingin kukatakan
Bahwa aku mengagumimu
Puisi 2
GADIS BERKERUDUNG.
Oleh : Fortuna
Berjumpa dengan gadis cantik
Membuat aku tersipu
Ia bukan gadis yang biasa
Namun gadis luar biasa
Wahai gadis.....
Kau bukan pengguna celana ketat
Celana pendek atau pun make up tebal
Namun,
Kau Berhijab
Membuat aku tak kuasa
Untuk Mengagumimu
Wahai gadis....
Kau ibaratkan bunga yang bermekaran
Sangat indah
Kau ibaratkan berlian
Yang tak mudah kusentuh
Sebelum aku membelinya
Wahai gadis....
Kau sangat berharga
Calon-calon bidadari surga
Semoga kelak
Kau menjadi Istriku
Puisi 3
RINTIHAN
Oleh : Fortuna
Di kesunyian malam gulita
Aku bersujud kepadamu wahai Rabb
Mohon Rhido juga ampunanmu
Ku harap Engkau dengar rintihanku
Wahai Rabb aku merintih
Mengingat dosaku yang setinggi gunung
Seluas lautan dan sebesar samudera
Ku mohon Rabb, dengarlah aku
Wahai Rabb ada sesuatu yang aku
takutkan
Kau berpaling dariku
Tidak lagi pedulikan aku
Tak ingin lagi dengar rintihanku
Ya Rabb jangan kau palingkan wajahmu
Wahai Rabb tuntunlah aku
Menuju jalan yang engkau kasihi
Yang engkau Rhidoi
(Bekasi, 28 Oktober 2017)