Puisi 1 :
WAHAI IBU
Oleh : Fortuna
Ibu......
Kau adalah manusia sempurna
Untuk aku anakmu
Ibu......
Kasih sayangmu, selalu tertumpah padaku
Tak pernah sedikitpun
Kau memukulku
Ibu.......
Aku berdosa, telah menumpahkan air matamu
Aku berdosa, membuat engkau kecewa
Maafkan aku ibu
Ibu......
Setiap kenakalanku
Setiap keburukanku
Tak pernah sekalipun kau membenciku
Ibu.....
Kau selalu mengatakan
Aku maafkan kau anakku
Sambil memberikan senyum tulusmu
Ibu.......
Betapa besar pengorbananmu
Yang tak pernah bisaku hitung
Ibu, Terimakasih atas semua jasamu
(Bekasi, 26 November 2017)
Puisi 2 :
PUISI UNTUK IBU
Oleh : Fortuna
Puisi ini,
Kupersembahkan untukmu Ibu
Wahai Ibu yang aku cinta
Wahai Ibu yang aku sayang
Maafkan aku yang belum mampu
Untuk bahagiakanmu
Belum mampu ukir senyum
Diwajah senjamu
Betapa banyak pengorbanan
Yang kau relakan untukku
Tanpa pamrih, kau ikhlas
Senantiasa agar aku bahagia
Ibu, hari senjamu kian bertambah
Wajah mudamu kian berubah
Rambut hitammu kian memutih
Menyisakan sejuta kenangan keindahan
Meski begitu Ibu,
Akan selalu aku nanti
Cinta dan kasih yang tak pernah usai
Yang dengan tulus kau berikan
Oh Ibu, terimakasih atas semua jasamu
Terimakasih atas semua kasih sayangmu
Terimakasih atas cinta tulusmu
Dari aku,anakmu.
(Bekasi, 12 Desember 2017)
Puisi 3 :
PENGORBANAN IBU
Oleh : Fortuna
Oh Ibu,
Aku tahu aku berharga
Kehadiranku selalu engkau nanti
Dengan segala penantian dengan doa tulusmu
Ibu, betapapun aku sangat bangga
Memiliki Ibu tulus sepertimu
Yang selalu rela menyisihkan
Kasih sayang yang tak pernah usai
Oh Ibu,
Sembilan bulan engkau mengandungku
Membawaku kemanapun engkau pergi
Seakan, kau tak ingin kehilangan aku
Oh Ibu,
Dua tahun engkau menyapihku
Agar aku tumbuh dengan sehat
Dan kelak akan bahagiakanmu
Oh Ibu,
Saat malam hari, engkau rela terbangun
Hanya untuk memastikan
Apakah aku tidur dengan lelap
Oh Ibu,
Apakah aku pantas
jika aku membentakmu
Setelah pengorbanan yang sedemikian rupa
Oh Ibu,
Hukum aku, hukum aku Ibu
Jika aku menyakiti hatimu
Aku mencintaimu Ibu
(Bekasi, 12 Desember 2017)
Puisi 4 :
AKU MENYESAL
Oleh : Fortuna
Oh Ibu,
Aku menyesal, telah membentakmu
Aku menyesal, menorehkan luka dihatimu
Aku menyesal, ketika engkau meneteskan air mata,karenaku
Oh Ibu,
Aku menyesal, bernada tinggi kepadamu
Aku menyesal, saat membandingkan engkau dengan yang lain
Aku menyesal, saat aku selalu membantahmu
Oh Ibu,
Betapa malang nasibmu
Memiliki anak seperti aku
Yang tak pernah berhenti menyakitimu
Oh Ibu,
Sebelum nafas berhenti
Aku minta ampun padamu, Ibu
Ampunilah aku, yang telah durhaka padamu
(Bekasi, 12 Desember 2017)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar