Sabtu, 25 November 2017

Kumpulan Puisi Tentang Ibu : oleh Coretan Tintaku 2018

Puisi 1 :
WAHAI IBU
Oleh : Fortuna

Ibu......
Kau adalah manusia sempurna
Untuk aku anakmu
Ibu......
Kasih sayangmu, selalu tertumpah padaku
Tak pernah sedikitpun
Kau memukulku
Ibu.......
Aku berdosa, telah menumpahkan air matamu
Aku berdosa, membuat engkau kecewa
Maafkan aku ibu
Ibu......
Setiap kenakalanku
Setiap keburukanku
Tak pernah sekalipun kau membenciku
Ibu.....
Kau selalu mengatakan
Aku maafkan kau anakku
Sambil memberikan senyum tulusmu
Ibu.......
Betapa besar pengorbananmu
Yang tak pernah bisaku hitung
Ibu, Terimakasih atas semua jasamu
(Bekasi, 26 November 2017)

Puisi 2 :
PUISI UNTUK IBU
Oleh : Fortuna

Puisi ini,
Kupersembahkan untukmu Ibu
Wahai Ibu yang aku cinta
Wahai Ibu yang aku sayang

Maafkan aku yang belum mampu
Untuk bahagiakanmu
Belum mampu ukir senyum
Diwajah senjamu

Betapa banyak pengorbanan
Yang kau relakan untukku
Tanpa pamrih, kau ikhlas
Senantiasa agar aku bahagia

Ibu, hari senjamu kian bertambah
Wajah mudamu kian berubah
Rambut hitammu kian memutih
Menyisakan sejuta kenangan keindahan

Meski begitu Ibu,
Akan selalu aku nanti
Cinta dan kasih yang tak pernah usai
Yang dengan tulus kau berikan

Oh Ibu, terimakasih atas semua jasamu
Terimakasih atas semua kasih sayangmu
Terimakasih atas cinta tulusmu
Dari aku,anakmu.
(Bekasi, 12 Desember 2017)

Puisi 3 :
PENGORBANAN IBU
Oleh : Fortuna

Oh Ibu,
Aku tahu aku berharga
Kehadiranku selalu engkau nanti
Dengan segala penantian dengan doa tulusmu

Ibu, betapapun aku sangat bangga
Memiliki Ibu tulus sepertimu
Yang selalu rela menyisihkan
Kasih sayang yang tak pernah usai

Oh Ibu,
Sembilan bulan engkau mengandungku
Membawaku kemanapun engkau pergi
Seakan, kau tak ingin kehilangan aku

Oh Ibu,
Dua tahun engkau menyapihku
Agar aku tumbuh dengan sehat
Dan kelak akan bahagiakanmu

Oh Ibu,
Saat malam hari, engkau rela terbangun
Hanya untuk memastikan
Apakah aku tidur dengan lelap

Oh Ibu,
Apakah aku pantas
jika aku membentakmu
Setelah pengorbanan yang sedemikian rupa

Oh Ibu,
Hukum aku, hukum aku Ibu
Jika aku menyakiti hatimu
Aku mencintaimu Ibu
(Bekasi, 12 Desember 2017)

Puisi 4 :
AKU MENYESAL
Oleh : Fortuna

Oh Ibu,
Aku menyesal, telah membentakmu
Aku menyesal, menorehkan luka dihatimu
Aku menyesal, ketika engkau meneteskan air mata,karenaku

Oh Ibu,
Aku menyesal, bernada tinggi kepadamu
Aku menyesal, saat membandingkan engkau dengan yang lain
Aku menyesal, saat aku selalu membantahmu

Oh Ibu,
Betapa malang nasibmu
Memiliki anak seperti aku
Yang tak pernah berhenti menyakitimu

Oh Ibu,
Sebelum nafas berhenti
Aku minta ampun padamu, Ibu
Ampunilah aku, yang telah durhaka padamu
(Bekasi, 12 Desember 2017)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar