Kamis, 21 Desember 2017

Cerpen Tentang Ibu : Hadiah Untuk Ibu Oleh Coretan Tintaku 2018

Hadiah Untuk Ibu
Oleh : Fortuna

“Ibu, Nina ingin pergi kesekolah dulu.” Ucap seorang gadis sambil membawa nampan berisi gorengan yang akan dijual olehnya disekolah.

“Iya Nak, kamu hati-hati dan jaga dirimu dengan baik nak, doa Ibu akan selalu menyertaimu.”

Seorang gadis berseragam putih abu-abu mencium punggung lengan Ibunya, namanya Nina tepatnya Nina Khotimah yang sedang membawa nampan berisi gorengan. Nina setiap berangkat sekolah selalu menyempatkan diri sambil berdagang. Saat teman yang lainnya pergi kekantin justru Nina berkeliling ke setiap kelasnya untuk berjualan.
Tak urung Nina diejek teman-temannya namun setelah terbiasa Nina tidak pernah menanggapi ejekan dari mereka, sebab Nina butuh uang bukan butuh komentar.

Seperti saat ini bel istirahat telah berbunyi siswa berhamburan keluar kelas, namun ada beberapa siswa lainnya yang lebih memilih didalam kelas.

“Gorengan kak.” Nina memasuki kelas XII dan menawarkan gorengan kepada siswa yang tengah asyik dengan handphone masing-masing.

“Boleh Na, gue beli empat Na.” Ujar kakak kelas berkuncir kuda tersebut.

“Apa aja kak gorengannya?” Tanya Nina dengan ramah.

“Tahu 3, sama umbinya 1.” Dengan gesitnya Nina memasukan gorengan kedalam bungkus gorengan lalu menyerahkan, selepas menerima uangnya Nina hendak keluar kelas.

“Nina, Gue mau gorengan.” Teriak salah satu lelaki, baru saja Nina akan melangkah pergi.

Lelaki tersebut memang sudah biasa membuat Nina naik darah. Bagaimana tidak, lelaki tersebut selalu memanggil Nina jika gadis itu hendak keluar kelas. Namun bagaimana pun sikap lelaki itu Nina akan tetap bersikap baik padanya.
Nina terus berkeliling ketiap-tiap kelas agar gorengan yang dibuat Nina dan Ibunya cepat laku terjual.

“Tinggal 5 gorengan lagi.” Batin Nina, dan langsung menghitung uang yang telah ia dapat,

“Dapet 35 ribu, Alhamdulillah.” Nina sangat bersyukur gorengannya hanya bersisa lima, ya menjual satu gorengan berharga seribu rupiah.”
Sisa gorengannya ia berikan kepada teman sebangkunya untuk dimakan bersama.

Sepulang sekolah, Nina mendatangi penjual bakso yang terkenal dengan citra rasanya yang sangat lezat dan teksturnya yang lunak.

“Bu, saya langsung bekerja saja ya.”

Selepas sekolah Nina memilih untuk menjadi kuli cuci piring, bukan tanpa alas an ia melakukannya. Sebab sebentar lagi hari ibu. Nina ingin memberikan sesuatu untuk Ibunya.

Nina akan bekerja mencuci piring sampai seminggu kedepan, ia akan mengumpulkan uang dari hasil mencuci piring untuk membeli kado, dan jika ada uang lebih akan membeli kue.

Dengan cekatan Nina mencuci semua piring,mangkok, bahkan gelas-gelas pun menjadi bersih. Nina melakukannya, dengan hati yang ikhlas dan semua ini ia lakukan hanya satu tujuan, Demi ibundanya.

Ketika Nina hendak pulang, pencuci piring tersebut memberi uang kepada Nina, dengan tersenyum Nina menerimanya.

“Dua puluh ribu rupiah saja, tidak apa kan?” Ujar penjual bakso kepada Nina.

“Tentu, tidak masalah Bu, besok saya akan datang lagi kesini ya Bu.”
Nina sangat bersemangat untuk bekerja sampingan demi membeli kado untuk sang Ibu.

                                 ***

Tidak disangka waktu terasa begitu  cepat, Besok adalah hari Ibu yang sudah ditunggu-tunggu, uang yang telah dikumpulkan sudah terkumpul seratus empat puluh ribu. Sepulang sekolah Nina langsung pergi kepasar untuk membeli kado.

Sesampainya di pasar Nina menghampiri pedagang kerudung, lalu Nina membeli dua kerudung, yang pertama berwarna Abu-abu dan yang kedua berwarna Orange, satu kerudung seharga Rp.30.000, namun Nina menawar dan akhirnya dua kerudung seharga Rp.55.000, Sisa uang yang Nina miliki hanya tinggal delapan puluh lima ribu, dan ia berencana membeli Kue.

Nina mendatangi toko kue, dan memilih kue yang bermotif bunga disisi setiap kue itu, dengan bertuliskan “Selamat hari Ibu.”

Hati Nina, sangat senang sekali, ia kembali kerumahnya dengan hati yang berbunga-bunga, untung saja ketika sampai dirumah Ibu Nina sedang tidak ada dirumah, jadi Nina langsung memasukan Kue kedalam kamarnya dan membungkus kerudung dengan kertas kado bermotif batik.

Keesokan harinya, pukul empat pagi Ibu Nina sudah bangun dan membuat adonan gorengan seperti biasanya, dan Ninapun secara diam-diam masuk kedapur sambil membawa kue untuk Ibunda.

“Selamat hari Ibu.” Ucap Nina sambil mencium pipi Ibunya, Ibu Nina membersihkan lengannya kemudian menerima kue dari anak gadisnya.

“Terimakasih Nak, kamu sudah memperhatikan Ibu.” Ujar Ibu Nina sambil tersenyum, rasa haru menyelimuti Ibu dan anak ini. Setelah itu Nina menyerahkan kado, dan Ibu Nina sangat senang dengan apa yang diberikan anak gadisnya, dua buah kerudung yang cantik.

Keduanya pun menikmati kebersamaan dan tidak lupa untuk mengabadikan peristiwa ini, karena sayang untuk dilewatkan. Dan pada akhirnya rencana Nina untuk memberi kejutan kepada Ibunya berjalan sesuai rencana.



Selesai.
Bekasi, 19 Desember 2017.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar